Pages

Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Januari 2011

LIDAH BUAYA

Siapa sih yang tak kenal tanaman yang satu ini ?. Lidah buaya atau Aloe vera, tanaman yang termasuk ke dalam Lili. Tanaman ini banyak tumbuh liar di Kepulauan Madagaskar dan sebagian besar wilayah Afrika.
Selain di jadikan sebagai tanaman hias, lidah buaya memiliki banyak kegunaan dalam pengobatan. Oleh sebab itu, sekarang ini banyak sekali negara-negara yang membudidayakan lidah buaya  untuk kemudian dikomersialkan. Di Indonesia sendiri, lidah buaya mulai diminati oleh banyak orang untuk dibudidayakan dan hasilnya ternyata memang menjanjikan.
Lidah buaya memiliki Aloe vera yang berada di tengah tanaman yang berlendir. Substansi lidah buaya tipis, bening,  mirip jeli, dapat diperas atau dikeruk. Selain itu, bunga dari lidah buaya sekarang juga banyak dicari orang, malahan ada yang berani bayar mahal untuk per kilonya.

Untuk Pengobatan
Sejak dahulu, gel Aloe vera telah digunakan sebagai obat pokok untuk menyembuhkan luka bakar ringan dan luka kecil. Gel ini terus menjadi populer untuk pengobatan sunbum (terbakar matahari) dan luka bakar tingkat satu lainnya karena mempercepat penyembuhan. Gel ini bahkan juga memiliki reputasi sebagai kosmetika kecantikan.
Banyak sekali studi dan riset yang telah di lakukan untuk menemukan komponen-komponen potensial guna meningkatkan kekebalan tubuh, melawan virus HIV, dan untuk merawat beberapa jenis kanker. Bahkan mungkin gel ini memiliki peranan dalam mengatur diabetes.

Rabu, 26 Januari 2011

Gerak Tumbuhan


Respon Tumbuhan Terhadap Rangsangan dari Luar

Sifat khas organisme adalah kemampuannya untuk bereaksi terhadap pengaruh luar. Salah satu tanggapan tumbuhan terhadap rangsang dari luar tersebut adalah gerak. Gerak dapat terjadi karena seluruh tubuh berpindah tempat, misalnya pada tumbuhan tingkat rendah, pada tumbuhan tingkat tinggi gerak itu terjadi pada sebagian organ. Gerak sebagian organ tersebut terjadi karena perbedaan kecepatan tumbuh di antara sisi yang berlawanan, pada arah tumbuh membelok atau organ membelok. Peristiwa ini dinamakan gerak tumbuh. Ada gerak yang disebabkan oleh perubahan turgor sel,misal perubahan turgor sel pulvinus menyebabkan gerak tidur pada daun.
            Tanggapan tumbuhan terhadap rangsang dari luar itu haruslah mengikuti urutan tertentu, yaitu rangsang penerima (reseptor atu sensor), penerima yang bukan bagian menunjukkan tanggapan, berupa mekanisme hantaran (transduksi) yang diterima penangkap sehingga tampak adanya tanggapan (respons).

Hormon Pada Tumbuhan

Hormon Pengatur Pertumbuhan dan Perkembangan  Pada Tumbuhan 
 
Pertumbuhan suatu bagian tubuh tumbuhan sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan atau aktifitas dari bagian lainnya. Aktifitas pada tumbuhan sangat erat kaitannya dengan adanya senyawa kimia tertentu yang bergerak dari satu bagian ke bagian lainnya. Senyawa kimia yang terlibat dinamakan hormon. Hormon didefinisikan sebagai senyawa organik non hara, disintesis oleh tumbuhan di suatu bagian tubuhnya, ditransport ke bagian hormon itu berfungsi. Ada lima macam hormon yang digunakan oleh tumbuhan untuk aktifitas pertumbuhan dan perkembngannya yaitu : auksin, sitokinin, giberelin, absisin dan etilen.
 Pada tumbuhan, hormon berfungsi sebagai koordinator pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, mempengaruhi kerja gen dalam menentukan popa ekspresinya atau memepengaruhi aktifatas enzim tanpa langsung melibatkan RNA dalam sintesis protein. Untuk melaksanakan fungsinya ,diduga hormon mengikat penerima  protein tertentu, seperti halnya pada kerja enzim untuk mengikat substrat tertentu yaitu hormon yang bertugas mengatur keluar masuknya dari dan ke dalam sel,
Selain hormone yang dibuat di dalam tubuh tumbuhan, ada senyawa sintetik yang mempunyai pengaruh seperti hormon disebut zat tumbuh. Berikut akan dibahas secara singkat macam hormon tersebut di atas.

1. AUKSIN 
            Auksin di jumpai dalam bentuk bebas atau dalam bentuk terikat dengan  molkul lain misalnya glukolse atau mioinositol selain itu terdapat berbagai senyawa yang mudah di ubah auksim . Auksin adalah indol yang mengikat asetat,strukturnya disebut IAA(Indol Acetic Acid ) auksin sebagai hormon hanya dalam bentuk IAA . Prekursor auksin yang dikenal adalah indol asetaldehid , indol asetonitril, indol piruvat , indol etanol dan triptamin . Senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa antara pada pembuatan auksin dari triptofan .
            Auksin disentesis di meristem apikal atau di daun, dan di trenspor kea rah pangkal.Transpor ini melalui sel parenkim dan merupakan transport aktif. Kebanyakan transport auksin menuju sel-sel yang sedang membesar. Pada daun auksin di transport dari helai daun kepangkal (melalui tangkai  daun ) dan mekanisme ini  menjadi salah satu cara mencegah pengguguran daun. 
  Auksin berperan dalam proses pertumbuhan, tanpa auksin tidak akan terjadi pertumbuhan. Tetapi juga terlalu banyak auksin akan mempengaruhi proses pertumbuhan, Karena harus berada dalam keseimbangan dengan hormone lainnya.Contoh proses pertumbuhanyangdi pengaruhi auksi antara lain : kecepatan pertumbuha , pembentukan akar, dormansih, pembentukan bunga, petumbuhan dan pemasakan buah, penuaan dan pengguguran , penentuan kelamin bunga,  gerak tropi dan lainnya .

2. SITOKININ    
            Kebanyakan sitokinin merupakan  turunan adenin. Dengan teknik kromatografi ditemukan sejumlah senyawa yang dianggap sitokinin alami dengan nama zeatin, dihidrozeatin dan zeatin ribosida.
            Peran sitokinin antara lain : menunda penuaan, mempengaruhi mobilisasi cadangan makanan, pematahan dormansi biji, mempercepat pembungaan dan pertumbuhan buah, memacu pembentukan tunas berbagai jaringan

3. GIBERELIN  
            Giberelin ditemukan pada semua tumbuhan tingkat tinggi yang diduga mempunyai efek terhadap pemanjangan sel. Giberelin dapat berada dalam bentuk terikat dengan senyawa lain, misalnya membentuk glikosida.
            Transport giberelin baik ke atas maupun kebawah sama cepat sehingga pengaruhnya merata di seluruh tubuh. Transportnya melalui xylem maupun floem.
            Peran giberelin antara lain: pemanjangan ruas, pematahan dormansi biji, memacu pembungaan pada tumbuan yang menuntut fotoperiode dan pendinginan, memacu perkembangan buah dan mencegah penuaan daun. 

4. ABSISIN
Absisin merupakan molkul terpenoid dengan atom carbon asimetris, namun kedua bentuk isomernya sama aktif . Hanya pada konfigurasi absisin tidak aktif.
Absisin disintesis melalui asam mevalonat pada jalur sintesis isoprene. Kebanyakanb sintesis absisin berlangsung di daun dan buah. Absisin dapat diinaktifkan dengan cara diikatkan pada glucose ( menjadi glikosida ) atau diubah menjadi asam faseat dan senyawa serupa.
Absisin berperan sebagai :
1.Penghambat pertumbuhan dan gugurnya daun dan buah.Juga memacu terjadinya
   dormansi pada tumbuhan ( biji maupun kuncup ).
2.Menghambat sintesis protein, melalui aktivitas enzim ribonuklease yang
   memecah RNA.
3.Menutupnya stomata ( berlawanan dengan kerja sitokinin yang membuka
   stomata )

5.ETILEN 
            Etilen merupakan gas dengan struktur molekul sederhana. Transport etilen diduga dengan cara difusi gas, karena tidak diketahui pengaturan transportnya. Sintesis etilen diduga berasal dari metionin atau senyawa serupa, misalnya etanol, acetat atau glutamate.
            Berbagai proses pertumbuhan erat kaitannya dengan adanya etilen, misalnya pemasakan buah, pengguguran, dormansi , pembentangan daun, induksi pembungaan dan epinasti. Selain itu menyebabkan pengguguran daun karena memacu aktivitas enzim selulose di daerah pengguguran.